Kamis, 09 Desember 2021

English is Easy?

 As an English teacher, It's important to make sure that our students enjoy when learned. English subject is not our mother tongue. So, we must have many ways to deliver it in the class. 

Actually, even we have tried so many ways, methods, and creativities, most of students say they don't like English. They feel English is hard. The root of problems are : They never practice it. 

There are some problems which make students never try to practice. Some of them feel ashame about pronunciation, others face confuse to put the right words, and so on. 

For me, I know that English is hard to teach. We can't force our students to speak fluent instantly. It's because English is not our first language, even it's the internasional language. So, how the way? From my experience, we have to ask our students to practice step by step. We can start from one word, explain them how to say the word. After that we continue to combine some words.The key of success is practice, practice, practice. 

I believe the way can produce most of students have the good skills in English. How about your opinion? 

Kamis, 11 November 2021

Akhirnya....(Tugas Akhir Menanti)



 Sahabat, terimakasih untuk tetap setia menantikan tulisan saya.

Tanpa terasa waktu berjalan terus dan akhirnya saya tiba dipenghujung kegiatan PembaTIK Level 4 yaitu tugas akhir. Dalam tugas akhir ini kami mendapatkan mandat untuk membuat vlog pembelajaran kolaboratif bersama peserta didik. Cukup menyulitkan bagi saya yang belum pernah membuat vlog. Kegiatan tugas akhir ini memerlukan konsep yang matang sehingga dapat menampilkan proses pembelajaran yang bermakna. Dalam tugas akhir ini juga kami wajib mengaitkan materi pembelajaran dengan kearifan lokal budaya betawi.

Untuk kearifan lokal, saya mengusung tema kuliner Selendang Mayang. Saya mengambil tema ini karena Selendang Mayang adalah salah satu kuliner Betawi kesukaan saya. Selain rasanya yang manis dan segar, Selendang Mayang juga memiliki tekstur yang lembut. Materi pembelajaran yang saya ambil adalah Recount Text dengan model pembelajaran Experiental Learning. Melalui model Experiental Learning saya berharap setiap peserta didik dapat mengekspresikan dan menuliskan pengalaman pribadi mereka dalam sebuah teks. 

Sahabat, untuk selanjutnya mari kita saksikan bersama bagaimana proses pembelajaran dengan model Experiental Learning atau pembelajaran berbasis pengalaman terjadi didalam kelas saya. Check it out!










Mulai Beredar

Perjalanan dilevel 4 terus berlanjut. Setelah kami dibekali melalui Coaching Clinic, selanjutnya kami diberikan mandat untuk mensosialisasikan portal Rumah Belajar ke sekolah kami masing - masing. Sosialisasi ini memiliki tujuan untuk memperkenalkan Rumah Belajar kepada masyarakat, khususnya peserta didik dan guru - guru. Bagi saya ini merupakan tanggung jawab yang cukup besar untuk dilaksanakan. 

Awalnya saya ragu dan pesimis dapat melakukan sosialisasi tersebut. Saya berpikir bahwa saya ini bukan sosok yang mampu untuk berbicara dengan baik didepan banyak orang atau menjadi public speaking. Kegalauan dan kegelisahan melanda. Saya mencoba memikirkan strategi apa yang harus saya lakukan untuk melaksanakan sosialisasi tersebut. Semakin bingung dan tidak tahu harus berbuat apa. Namun, sebuah semangat memotivasi saya. Mengapa saya pesimis sebelum mencoba?

Akhirnya saya memutuskan untuk memulai sosialisasi kepada murid saya sendiri. Ternyata respon mereka cukup baik, Mereka bertanya tentang fungsi dan manfaat  dari Rumah Belajar. Kemudian saya mengajak mereka untuk sama - sama menginstal aplikasi Rumah Belajar. Saya juga memperkenalkan fitur - fitur yang ada dalam Rumah Belajar. 

Sosialisasi selanjutnya saya bersama tiga teman Sahabat Rumah Belajar yang lain berkolaborasi untuk mengadakan webinar sosialisasi Rumah Belajar. Saya berkolaborasi dengan Mpok Ika dari SMA Tarakanita, Mpok Djumiati dari SMA Budi Agung, dan Mpok Indah dari SDN Pondok Labu 07. Sangat menyenangkan dapat berkolaborasi bersama mereka. Saya semakin semangat dan termotivasi untuk memperkenalkan Rumah Belajar.

Dalam webinar ini saya juga mengundang rekan - rekan guru dari MGMP Bahasa Inggris Jakarta Timur  1. Respon dari Tim MGMP sangat baik dan mendukung kegiatan yang saya lakukan. Persiapan demi persiapan kami lakukan. Kami berdiskusi, bekerjasama, dan berkolaborasi demi melakukan yang terbaik melalui sosialisasi virtual ini. 

Kegiatan sosialisasi ini adalah pengalaman pertama bagi saya berbicara didepan banyak orang. Meskipun kegiatan ini dilaksanakan melalui tatap layar atau daring, tetap saja saya merasa nervous dan kurang percaya diri. Saya mencoba memberi yang terbaik dengan mempelajari materi sosialisasi yang menjadi bagian saya. Dan saya bersyukur karena akhirnya saya bersama tim dapat menyelesaikannya dengan baik. Sebuah kebanggaan bagi kami dapat melaksanakan sosialisasi ini kepada rekan - rekan guru di sekolah kami. Bahkan dalam kegiatan ini hadir juga peserta dari Sumatera Barat. Bagi saya, ini adalah hal terkeren yang pernah saya lakukan. 

Sahabat dapat melihat dokumentasi dari sosialisasi Rumah Belajar yang kami lakukan pada video yang saya sematkan dihalaman blog ini. 






















Daftar hadir peserta

https://drive.google.com/file/d/18wii5B1K9XhDVrqD1TpjtR0nAkUi2O4D/view?usp=sharing

Masuk Clinic

 Lanjut kisah level 4 ya sahabat...

Setelah mendapatkan paket souvenir dan tentu saja berswafoto dengan berbagai macam gaya dengan memakai atribut Sahabat Rumah Belajar, berikutnya semua peserta PembaTIK masuk kedalam Clinic. Oppss...tapi bukan clinic tempat untuk berobat ya. Clinic yang saya maksud disini adalah Coaching Clinic bersama Sahabat Rumah Belajar lainnya dan Tim Duta Rumah Belajar DKI. 

Coaching Clinic berlangsung selama 4 hari yaitu tanggal 29,30 Oktober dan 1,2 November 2021. Melalui Coaching Clinic ini kami dibekali dengan berbagai materi yang kami perlukan dalam melaksanakan tugas - tugas kami di PembaTIK level 4. Dalam Coaching Clinic ini juga saya mendapatkan berbagai informasi terkait fitur Rumah Belajar. Ternyata banyak fitur yang belum pernah saya ketahui sebelumnya. Wah, Coaching Clinic selama 4 hari ini sangat membekali saya.

Coaching Clinic yang saya ikuti dihadiri juga oleh Tim dari Pusdatin yaitu Abang Indro, Abang Junaedi, Abang Dr. Purwanto, Abang Hafizh, Mpok Reni, dan Mpok Helen. Loh kok Abang dan Mpok sih ya? Hehe...sahabat perlu tahu nih bahwa di PembaTIK DKI Jakarta, baik SRB, DRB, maupun Tim Pusdatin memiliki panggilan akrab yaitu Abang dan Mpok. Nah, Semua Abang dan Mpok yang saya sebutkan tadi, mereka lah yang membimbing kami dalam memberi materi disepanjang Coaching Clinic yang kami ikuti. Sangat membanggakan bisa bergabung dalam Coaching Clinic selama 4 hari ini. 

Sahabat dapat melihat foto - foto saat Coaching Clinic dibawah ini ya! And....jangan lupa untuk tetap setia menunggu tulisan saya. Terimakasih sahabat. 










Pada Harinya (Unboxing Moment)

 Yeayy....

Makan semangka rasanya lezat

Tidak kusangka dilevel 4


Bahagia tak terkira ketika mendapati saya lulus dan berhak menjejakkan kaki dilevel 4. Saya tidak menyangka akan terus berlanjut bergabung dalam kegiatan PembaTIK. Setelah mengikuti 3 level sebelumnya, saya semakin yakin dilevel 4 ini pasti kegiatan akan semakin seru dan menyenangkan. Selain itu pastinya akan semakin mengasah dan meningkatkan kemampuan saya. 

Level 4 dimulai dengan adanya pengumuman dari Panitia melalui Whatsapp Grup. Awalnya saya bingung mengapa tiba - tiba ada grup baru yang mengundang saya untuk join. Ternyata itu adalah grup khusus peserta level 4 DKI. Wah, saya sangat bangga mendapati bahwa saya masuk kedalam 30 besar peserta terbaik se-DKI Jakarta dan mendapat sebutan sebagai Sahabat Rumah Belajar (SRB) DKI 2021. 

Surprise yang saya terima belum berhenti sampai disini. Berikutnya saya mendapat kiriman souvenir dari Pusdatin Kemdikbudristek. Uh, rasanya tak sabar menunggu apa isi kirimannya. Akhirnya, seorang rekan guru PJOK membawa sebuah bingkisan paket untuk saya. Senang...senang...senang...sampai sulit diungkapkan. Sebagai wujud rasa senang, saya membuat video unboxing moment. Video yang berisi proses penerimaan sampai dengan pembukaan paket souvenir. Videonya bisa sahabat lihat pada link youtube yang saya sematkan ya. 

Inti dari tulisan kali ini adalah rasa bahagia tak terkira dapat bergabung dengan Sahabat Rumah Belajar DKI Jakarta 2021. Semakin semangat dan terus ingin maju demi mencerdaskan anak bangsa. Nantikan kelanjutan kisah dilevel 4 ya!












Rabu, 10 November 2021

Semakin Dekat

Sahabat, lanjut lagi ya kisah dan pengalaman menarik saya mengikuti PembaTIK. Semakin Dekat menjadi judul yang saya ambil dalam tulisan kali ini. Apanya ya yang semakin dekat? Tentu saja semakin dekat dengan Rumah Belajar. Dilevel 3 ini saya dan peserta lainnya belajar untuk mendesain pembelajaran interaktif menggunakan sebuah aplikasi pembelajaran. Level 3 PembaTIK berlangsung mulai tanggal 4 September - 6 Oktober 2021. Ikuti terus ya sahabat perjalanan saya dilevel 3.

Level 3 disebut sebagai level kreasi. Level ini terdiri atas tiga modul yaitu modul 10 sampai dengan 12. Modul yang disajikan sangat menarik dan bermanfaat. Modul demi modul membawa saya semakin memahami bagaimana mendesain sebuah inovasi pembelajaran. Dilevel 3 PembaTIK kami dilatih untuk mendesain media pembelajaran yang disebut MPI (Multimedia Pembelajaran Interaktif) dengan menggunakan aplikasi SAC (Smart Apps Creator). Awalnya saya sedikit asing ketika mendengar apa itu MPI. Namun setelah saya baca dan pelajari kembali modul yang ada, saya mendapatkan bahwa MPI adalah media pembelajaran yang bukan hanya menyajikan teks atau gambar, namun juga terdiri dari berbagai unsur media seperti teks, foto, video, audio, animasi, grafis/ilustrasi. Dapat disimpulkan bahwa MPI atau Multimedia Pembelajaran Interaktif adalah paket komplit dari sebuah media pembelajaran. 

Ada berbagai aplikasi yang dapat digunakan untuk membuat Multimedia Pembelajaran Interaktif. Diantaranya adalah Adobe Animate, Artculate Storyline, Lectora, Smart Apps Creator, dan Fitur Sumber Belajar di aplikasi Rumah Belajar. Dilevel 3 PembaTIK aplikasi yang digunakan adalah Smart Apps Creator (SAC). Dimana dalam fitur SAC tersebut kita dapat mendesain sebuah media pembelajaran yang mencakup penjelasan materi dan latihan soal dalam satu aplikasi. Cukup menarik bukan? 

Sebelum kami mendesain Multimedia Pembelajaran Interaktif, kami dibekali dengan pelatihan melalui tatap layar oleh Tim Duta Rumah Belajar. Ternyata tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya, pembuatan desain Multimedia Pembelajaran Interaktif ini cukup detail dan memerlukan konsentrasi penuh. Awalnya saya merasa lelah mengikuti kegiatan diPembaTIK Level 3. Pembuatan media yang menurut saya cukup rumit dan ditambah tugas - tugas di sekolah yang harus saya selesaikan. Namun saya mencoba menyemangati diri saya. Jika saya sudah berhasil melewati level 1 dan 2, mengapa saya harus menyerah dilevel 3?

Akhirnya tahapan demi tahapan pembuatan Multimedia Pembelajaran Interaktif menggunakan Smart Apps Creator saya ikuti. Saya juga aktif mengikuti diskusi dalam grup telegram bersama peserta lainnya. Melalui grup telegram saya mendapati bahwa bukan hanya saya yang merasakan tantangan membuat Multimedia Pembelajaran Interaktif. Hal yang saya rasakan juga dirasakan oleh peserta lainnya. Hm...saya semakin tertantang untuk melewati level ini. Dan, puji Tuhan saya berhasil membuat sebuah konten Multimedia Pembelajaran Interaktif. Saya merasa bangga dan senang karena tantangan dilevel 3 ini dapat saya lewati. Media pembelajaran yang kami hasilkan kemudian kami unggah kedalam portal Rumah Belajar sebagai tugas akhir dilevel 3. Selain tugas akhir kami juga wajib menyelesaikan ujian akhir tertulis yang ada dalam laman PembaTIK. 

Hari demi hari terlewati dan saya dengan setia menunggu pengumuman kelulusan PembaTIK level 3. Proses terbitnya pengumuman sangat mengejutkan bagi saya. Tiba - tiba saya diundang bergabung kedalam grup whatsapp yang berisi peserta PembaTIK level 4. Wow, sekali lagi saya dikejutkan dengan kabar gembira bahwa saya berhasil melewati level 3 PembaTIK. Dan yang lebih membanggakan adalah ketika saya mengetahui hanya tiga puluh peserta yang berhasil masuk ke level 4 PembaTIK. Saya terharu dan merasa sangat senang dapat bergabung diPembaTIK level 4 bersama dua puluh sembilan peserta lainnya. Satu kebanggaan lagi ketika kami disebut sebagai Sahabat Rumah Belajar. Huft, ada apa lagi ya dilevel 4?

Sahabat, yuk tetap setia mengikuti tulisan dari pengalaman saya mengikuti PembaTIK. 



Sumber gambar : https://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/pembatik/user/Kb/groups/NjUz











Langkah Kedua

Hai Sahabat, terimakasih untuk setia menantikan tulisan saya. Kali ini saya akan berbagi pengalaman saya mengikuti PembaTIK dilevel 2. Langkah kedua adalah sebuah judul yang sangat mewakili perasaan saya ketika mulai menapak dilevel 2. Sangat berbeda ketika saya ada dilevel 1 dengan pola pikir yang sekedar ikutan dalam kegiatan PembaTIK, dilevel 2 ini saya mengalami perubahan sudut pandang bahwa mengikuti PembaTIK bukan sekedar ikut program, namun menggerakkan saya untuk ikut dalam perubahan mengajar di Abad 21. 

Langkah kedua saya dimulai pada bulan Mei, tepatnya tanggal 9 - 27 Mei 2021. Sungguh sebuah keberuntungan saya bisa bergabung dilevel 2 gelombang kelima. Dilevel 2 ini saya belajar bagaimana cara mengimplementasikan TIK dalam proses pembelajaran. Level 2 berisi 5 modul yaitu Optimalisasi Pemanfaatan TIK untuk Pembelajaran Abad 21, Penerapan Model Pembelajaran Memanfaatkan Rumah Belajar, Pemanfaatan TV Edukasi, Radio Suara Edukasi, dan M-Edukasi dalam pembelajaran, Pengelolaan kelas yang Mengintegrasikan TIK dalam Lingkungan Pembelajaran, Pembuatan Media Video Pembelajaran Berbasis TIK. 

Wah, sebenarnya bukan hal baru buat saya namun merasa jadi sesuatu yang baru karena selama ini ternyata saya kurang maksimal memanfaatkan TIK dalam pembelajaran. Sekali lagi, betapa beruntungnya saya dapat bergabung dilevel 2 PembaTIK. Satu hal yang baru bagi saya dilevel 2 ini adalah pemanfaatan Rumah Belajar dalam kegiatan pembelajaran. Selama ini saya sudah mendengar tentang Rumah Belajar, namun belum pernah tertarik untuk mengenal lebih jauh apa itu Rumah Belajar. Ternyata setelah saya mengenal Rumah Belajar dan mempelajari lebih jauh fitur - fitur didalamnya, saya semakin tahu manfaat penggunaan Rumah Belajar.

Akhirnya hari yang dinanti pun tiba. Saya lulus PembaTIK level 2 dan boleh lanjut kelevel 3. Wow, lagi - lagi saya merasa sangat beruntung karena bisa lanjut ke level 3. Pastinya akan lebih seru pengalaman yang akan saya peroleh dilevel 3. Ada apa lagi ya? Penasaran? Pastinya! Saya sudah tidak sabar menantikan dibukanya level 3. Oh iya, sekedar informasi bahwa dilevel 3 jumlah peserta semakin berkurang dari 1444 peserta menjadi 600 peserta. Hal ini menunjukkan bahwa penyaringan peserta dilevel 2 semakin ketat. Bagaimana perasaan saya ketika mengetahui hal ini? Wah, sulit dijelaskan dengan kata. I'm speechless...!

So, nantikan pengalaman saya selanjutnya dilevel 3 ya. Pasti semakin seru. 














Sumber gambar : https://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/user/detail_pelatihan/5565


Video Tugas Akhir PembaTIK Level 2



Rabu, 03 November 2021

Dimulai Dari Sini (sebuah pengalaman)

 

April 2021, bulan yang sangat berarti bagi saya. Bulan dimulainya sebuah perjalanan bersejarah dalam hidup saya. Mengapa bersejarah? Ya, karena semua dimulai dari sini. Sebuah pengalaman mengikuti rangkaian kegiatan Pembelajaran berbasis TIK atau dikenal dengan PembaTIK. 


Apa itu PembaTIK? PembaTIK kepanjangan dari Pembelajaran berbasis TIK, merupakan program Peningkatan Kompetensi TIK Guru yang mengacu pada kerangka kerja peningkatan kompetensi TIK Guru Unesco. Standar kompetensi TIK ini terdiri dari 4 level yaitu level literasi, implementasi, kreasi, dan berbagi (4i leveling). 

Apa yang menarik dari PembaTIK? Jujur saja, saat pendaftaran PembaTIK dimulai saya belum merasakan ketertarikan dengan program tersebut. Saya hanya tahu bahwa PembaTIK adalah program yang dapat membantu meningkatkan keahlian saya dibidang TIK. Ditambah rasa keingintahuan saya terkait program ini yang menggerakkan jemari saya untuk mendaftarkan diri. 

Akhirnya PembaTIK level 1 tahun 2021 dimulai. Diawali dengan sambutan peluncuran oleh Mas Menteri yaitu Bapak Nadiem Makarim, sambutan oleh Bapak Dr. M. Hasan Chabibie, S.T., M.Si. sebagai Plt. Kepala Pusdatin Kemendikbud melalui kanal youtube. Saat itu saya menyaksikan bahwa ternyata program PembaTIK bukan hanya diikuti oleh peserta dari DKI Jakarta, namun juga diikuti oleh peserta diseluruh Indonesia. 

Wow, dimulai dari sini! Saya merasa bangga dan senang karena saya bisa menjadi salah satu peserta PembaTIK level 1 tahun 2021. Seperti yang disampaikan oleh Mas Menteri bahwa target peserta adalah 75.000 guru diseluruh Indonesia. Artinya, saya termasuk salah satu dari 75.000 tersebut. Yes, saya menjadi lebih bersemangat mengikuti program PembaTIK level 1 tahun 2021. Saya juga mengajak rekan guru lain untuk ikut serta dalam PembaTIK level 1. Puji Tuhan, dua orang rekan guru juga bersemangat untuk ikut. 

PembaTIK level 1 adalah level literasi. Pada level 1 ini peserta dilatih untuk memahami berbagai model pembelajaran dan gawai yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. PembaTIK Level 1 ini juga bekerjasama dengan aplikasi Rumah Belajar, yaitu aplikasi yang menyediakan berbagai fitur seperti Sumber Belajar, Kelas Digital, Laboratorium Maya, dan lain - lain. Aplikasi Rumah Belajar difasilitasi dan  dikembangkan oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan. 

PembaTIK level 1 terdiri dari empat modul dengan judul utama Literasi TIK. Kegiatan berlangsung sejak 25 April 2021 sampai dengan 6 Mei 2021. Kegiatan pembaTIK Level 1 sangat menarik dan menyenangkan karena menambah pengetahuan serta keterampilan saya dalam berliterasi dibidang TIK. Dan puji Tuhan saya bisa lulus PembaTIk Level 1 dan dapat mengikuti PembaTIK Level 2. 

Sangat bangga dan semakin tertarik, ada apa ya di Level 2? Yuk, ikuti terus pengalaman saya melalui blog ini. Sampai jumpa dicerita selanjutnya ya!



 

Sumber gambar : https://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/pembatik/user/Home