Salam guru penggerak, salam dan bahagia!
Tanpa terasa sudah dua pekan lagi terlewati bersama Pendidikan Guru Penggerak. Selama dua pekan ini banyak pengetahuan dan pengalaman baru yang saya rasakan melalui Modul 1.2 tentang Nilai - Nilai dan Peran Guru Penggerak. Setelah memahami Filosofi Ki Hajar Dewantara, kami diajak untuk bergerak memahami lebih jauh apa saja yang menjadi nilai - nilai dan peran guru penggerak. Seperti apa pengalaman yang saya rasakan? Yuk, ikuti terus tulisan saya dalam Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.2 berikut ini.
➤ FACTS (PERISTIWA)
Modul 1.2 dimulai dengan sebuah materi pengantar yang berisi petunjuk apa saja yang akan dipelajari dalam modul tersebut, dan tentu saja dengan kerangka kegiatan yang menggunakan alur MERDEKA (Mulai dari diri, Eksplorasi konsep, Ruang kolaborasi, Demonstrasi konstekstual, Elaborasi pemahaman, Koneksi antar materi, Aksi nyata).
Pada bagian pengantar, diawali dengan tayangan sebuah video dari instruktur Bapak Aditya Dharma tentang nilai - nilai dan peran guru penggerak.
Tidak hanya tayangan video, dibagian pengantar ini juga disematkan surat dari instruktur, capaian yang diharapkan, capaian pembelajaran umum, dan capaian pembelajaran khusus.
Setelah saya mengikuti bagian pengantar, selanjutnya saya membaca bahan pembelajaran yang disajikan dalam bentuk pdf tentang Dokumen Model Kepemimpinan Sekolah. Dokumen ini berisi kategori, struktur, dan kompetensi kepemimpinan sekolah.
Selanjutnya, setiap Calon Guru Penggerak diajak untuk belajar membuat Trapesium Usia. Apa sih Trapesium Usia itu? Trapesium Usia adalah sebuah diagram yang menggambarkan pengalaman dimasa lalu tentang peristiwa positif dan negatif yang pernah dialami dan dampaknya bagi kehidupan seseorang dimasa yang akan datang. Pada bagian ini, saya membuat sebuah trapesium usia terkait diri saya seperti dibawah ini.
Wah, semakin menarik ya apa yang saya pelajari dalam Pendidikan Guru Penggerak ini. Pasti rekan - rekan penasaran kan apa lagi pengalaman yang saya alami selanjutnya? Simak dan ikuti terus ya....
Setelah berlatih membuat Trapesium Usia, materi selanjutnya adalah kami dibekali dengan eksplorasi konsep tentang hubungan antara emosi, cara kerja otak, kebutuhan dasar manusia, daya untuk memilih, motivasi instrinsik, dan struktur sistemik lingkungan dalam pembentukan nilai - nilai dalam diri seseorang. Pada bagian ini, saya sebagai seorang Calon Guru Penggerak juga diminta untuk menjelaskan makna Profil Pelajar Pancasila, makna nilai - nilai dan peran guru penggerak, dan makna pemimpin pembelajaran. Materi pada bagian ini juga dilengkapi dengan video cara kerja otak, yaitu bagaimana sistem kerja otak berpikir cepat dan lambat, gambar perumpamaan otak manusia menggunakan tangan, diagram lima kebutuhan dasar manusia, serta diagram tahap tumbuh kembang anak. Semakin mendalam bukan pengetahuan dan pengalaman yang saya terima melalui materi dibagian ini?
Melalui pembelajaran Modul 1.2 tentang nilai dan peran guru penggerak, saya juga menemukan bahwa setiap otak manusia memiliki sistem kerja cepat dan lambat. Sistem ini ternyata sangat dipengaruhi oleh budaya dan lingkungan manusia baik didalam keluarga maupun masyarakat. Saya juga mendapat pemahaman baru bahwa setiap manusia memiliki lima kebutuhan dasar. Salah satunya adalah kebutuhan akan kasih sayang dan rasa diterima.
Penemuan - penemuan ini menjadi sebuah refleksi bagi saya ketika berhadapan dengan murid saya di kelas. Saya mulai belajar menggali karakter dan kecepatan setiap murid saya dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Dan sangat mengagumkan bahwa apa yang saya pelajari dalam Modul 1.2 ini memang sangat bermanfaat. Saya tidak lagi dengan mudah berpikir dan menyimpulkan sesuatu tentang murid saya. Justru ketika saya mendapati perilaku yang kurang baik dari murid saya, menjadi sebuah tantangan bagi saya untuk mengidentifikasi lebih dalam mengapa hal tersebut bisa terjadi.
Pada akhirnya konsep memandang murid sebagai manusia sesuai kodratnya menjadi hal yang sangat penting bagi saya dalam melakukan pembelajaran di kelas bersama murid saya, dan menjadikan saya pribadi yang sungguh - sungguh termotivasi untuk menuntun murid saya menemukan kodratnya sesuai filosofi Ki Hajar Dewantara.
➤ FUTURE (Penerapan)
Sekarang, langkah apa yang harus saya lakukan agar dapat terus memahami nilai dan peran saya sebagai guru penggerak?
Tentu saja saya harus selalu melakukan refleksi terhadap diri saya. Ketika saya mengajar, bertemu dengan murid, bekerjasama dengan rekan guru lainnya, saya harus memiliki pola pikir bahwa sebagai seorang guru penggerak saya harus menjadi pemimpin pembelajaran dan pemimpin perubahan.
Dengan pengalaman positif dan negatif dimasa lalu, pengetahuan sistem kerja otak, dan pemahaman lima kebutuhan dasar dalam diri, pastinya akan menjadikan saya seorang guru penggerak yang memiliki karakter profil Pancasila. Saya tidak lagi melakukan hal negatif yang sama seperti yang pernah saya alami ketika bersekolah dimasa lalu. Tetapi saya boleh menjadi pribadi yang terus memandang murid saya adalah generasi yang sedang dalam masa proses menuju generasi emas. Dengan demikian saya pun dapat menuntun setiap murid saya untuk menjadi murid yang berkarakter profil pelajar Pancasila. Saya akan terus bergerak melaksanakan pembelajaran yang berpihak pada murid.
Satu hal sederhana yang akan saya lakukan adalah membuat rancangan kegiatan yang dapat memfasilitasi murid saya untuk menuangkan setiap bakat minat dan karya mereka dengan kekuatan nilai dan peran guru penggerak yang saya miliki. Mari terus tergerak, bergerak dan menggerakkan.
Salam guru penggerak, salam dan bahagia...
Eva



Tidak ada komentar:
Posting Komentar